Jumat, 22 Agustus 2014

umi_nasiyah



Praktikum Sistem Skeleton



Landasan Teori:
A.   Pengertian Sistem Rangka Manusia
Sistem adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu. Secara garis besar, rangka manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler.
1.    Skeleton aksial
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan. Macam-macam skeleton aksial yaitu:
a.    Tulang dada
Tulang dada termasuk tulang pipih,terletak di bagian tengah dada. pada sisi kiridan kanan tulang dada terdapat tempat lekat dari rusuk. bersama-sama dengan rusuk, tulang dada memberikan perlindungan pada jantung, paru-paru dan pembuluh darah besar dari kerusakan Tulang dada tersusun atas 3 tulang yaitu:
1)    Tulang hulu/manubrium. terletak di bagian atas dari tulang dada, tempat melekatknya tulang rusuk yang pertama dan kedua.
2)    Tulang badan/gladiolus, terletak dibagian tengah, tempat melekatnya tulang rusuk ke tiga sampai ke tujuh, gabungan tulang rusuk ke delapan sampai sepuluh.
3)    Tulang taju pedang/xiphoid process, terletak di bagian bawah dari tulang dada. Tulang ini terbentuk dari tulang rawan

b.    Tulang tengkorak bagian kepala dan wajah terdiri dari:
Tulang tengkorak bagian kepala terdiri dari:
1)    bagian parietal –> tulang dahi
2)    bagian temporal –> tulang samping kiri kanan kepala dekat telinga
3)    bagian occipitas –> daerah belakang daritengkorak
4)    bagian spenoid –> berdekatan dengan tulang rongga mata, seperti tulang baji
5)    bagian ethmoid –> tulang yang menyususn rongga hidung
Tulang tengkorak tulang-tulang tengkorak merupakan tulang yang menyusun kerangka kepala. Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang yang menyusun kepala dan empat belas tulang yang menyusun bagian wajah. tulang tengkorak bagian kepala merupakan bingkai pelindung dari otak. Sendi yang terdapat diantara tulang-tulang tengkorak merupakan sendi mati yang disebut sutura.
Tulang tengkorak bagian wajah terdiri dari:
1)    Rahang bawah –> menempel pada tulang tengkorak bagian temporal. hal tersebut merupakan satu-satunya hubungan antar tulang dengan gerakan yang lebih bebas.
2)    Rahang bawah –> menyusun sebagian dari hidung, dan langit-langit
3)    Palatinum (tulang langit-langit) –> menyusun sebagian dari rongga hidung dan bagian atas dari atap rongga mulut.
4)    Zigomatik –> tulang pipi.
5)    Tulang hidung
Tulang lakrimal –> sekat tulang hidung.

c.    Tulang Rusuk
Tulang rusuk berbentuk tipis, pipih dan melengkung. bersama-sama dengan tulang dada membentuk rongga dada untuk melindungi jantung dan paru-paru. Tulang rusuk dibedakan atas tiga bagian yaitu:
1)    Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Tulang-tulang rusuk ini pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ujung depannya berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan.
2)    Tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang. Tulang rusuk ini memiliki ukuran lebih pendek dibandingkan tulang rusuk sejati. Pada bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang sedangkan ketiga ujung tulang bagian depan disatukan oleh tulang rawan yang melekatkannya pada satu titik di tulang dada
3)    Rusuk melayang berjumlah 2 pasang. Tulang rusuk ini pada ujung belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya bebas.
Tulang rusuk memiliki beberapa fungsi diantaranya:
a)    melindungi jantung dan paru-paru dari goncangan.
b)    melindungi lambung, limpa dan ginjal, dan
c)    membantu pernapasan.

d.    Ruas -Ruas tulang Belakang
Ruas-ruas tulang belakang disebut juga tulang belakang disusun oleh 33 buah tulang dengan bentuk tidak beraturan. ke 33 buah tulang tersebut terbagai atas 5 bagian yaitu:
1)    Tujuh ruas pertama disebut tulang leher (vertebra cervicalis).
Ruas pertama dari tulang leher disebut tulang atlas, dan ruas kedua berupa tulang pemutar atau poros, bentuk dari tulang atlas memungkinkan kepala untuk melakukan gerakan. Karakteristik dari tulang atlas adalah :
a)    tidak mempunyai corpus vertebrae
b)    mempunyai dua arcus yaitu arcus anterior dan arcus posterior
c)    mempunyai dataran sendi untuk dens epistrophii sehingga kepala dapat digelengkan ke kanan dan ke kiri.
d)    Mempunyai tuberculum anterior dan posterior, tetapi belum mempunyai processus spinosus.
2)    Ruas kedua disebut epistropheus (pemutar) sehingga kepala dapat menggeleng ke kanan dan ke kiri. Karakteristik dari ruas kedua ini yaitu :
a)    Mempunyai corpus seperti yag dipunyai oleh columna vertebrae lainnya dengan satu arcus vertebrae anterior.
b)    Mempnuyai dens epistrophii yang bersendi dengan tulang atlas sehingga kepala dapat menggeleng ke kanan dan kekiri.
3)    Ruas tulang ketujuh
Karakteristik dari ruas tulang ketujuh yaitu : Processus spinosusnya runcing dan paling menonjol (dapat diraba dari luar), oleh karena itu disebut dengan vertebrae prominent.
4)    Ruas tulang leher lainnya
Memiliki ciri umum yaitu : Memiliki corpus vertebrae, foramen vertebralis tempat sumsum tulang belakang, processus spinosus yang sering bercabang dua, tetapi kebanyakan runcing, satu arcus vertebrae anterior, biasanya corpus vertebra semakin kebawah semakin besar.
5)    Dua belas ruas berikutnya membentuk tulang punggung (vertebra thoracalis).
Ruas-ruas tulang punggung pada bagian kiri dan kanannya merupakan tempat melekatnya tulang rusuk. Bentuk ruas-ruas ini makin kebawah makin besar dan kuat, ruas yang paling bawah hamper sama dengan ruas tulang pinggang bersendi dengan os costae membentuk rongga dada (cavum thoracalis).
6)    Lima ruas berikutnya merupakan tulang pinggang (vertebra lumbalis).
Ukuran tulang pinggang lebih besar dibandingkan tulang punggung. Ruas-ruas tulang pinggang menahan sebagian besar berat tubuh dan banyak melekat otot-otot. Ruas tulang ini paling kuat dan paling besar disbanding dengan vertebra lainnya, terutama corpus vertebraenya, processus spinosus pendek kea rah sagital. Lempeng arcus vertebraenya lebih tebal, sedang foramen vertebraenya kecil.
7)    Lima ruas tulang kelangkangan (vertebra sacralis).
Berbentuk segitiga terletak dibawah ruas-ruas tulang pinggang. Bagian kanan dan kiri os sacrum ini bersendi dengan os coxa kanan dan kiri, merupakan sendi kaku dan sukar digerakkan, diperkuat dengan ligamentum.
8)    Bagian bawah dari ruas-ruas tulang belakang disebut tulang ekor (coccyx).
Tersusun atas 3 sampai dengan 5 ruas tulang belakang yang menyatu. Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ. Ruas-ruas tulang belakang berfungsi untuk menegakkan badan dan menjaga keseimbangan. menyokong kepala dan tangan, dan tempat melekatnya otot, rusuk dan beberapa organ.

2.    Sekeleton Apendikular
Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton axial.
Skeleton apendikular terdiri dari :
a.    Anggota gerak atas (extremitas superior)
Tulang penyusun anggota gerak atas tersusun atas:
1)    Humerus/tulang lengan atas.
Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna.
2)    Radius dan ulna/pengumpil dan hasta.
Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna.
3)    Karpal/pergelangan tangan.
Tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen.
4)    Metakarpal/telapak tangan.
Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges)
5)    Palanges (tulang jari-jari).
Tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.
b.    Anggota gerak bawah (extremitas inferior)
Tulang anggota gerak bawah disusun oleh tulang:
a)    Femur/tulang paha.
Merupakan tulang panjang, keras dan merupakan tulang pipa terbesar, pada ujung proximanya terdapat bangunan yang berbentuk bundar dan besar yang disebut caput femoris. Inilah yang bersendi pada mangkok sendi pada gelang bahu yang disebut acetabulum. Persendian tersebut dibantu oleh ligamentum.
b)    Tibia dan fibula/tulang kering dan tulang betis.
Merupakan tulang pipa yang ukuran dan besarnya dapat dikatakan nomor dua setelah femur. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dibandingkan dengan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tulang pipa terkecil dari tulang pembentuk cruris dan tempat melekatnya beberapa otot.
c)    Patela/tempurung lutut.
Terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan. pada tendon yang membentuk lutut.
d)    Tarsal/Tulang pergelangan kaki.
Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit. Bagian distal dari tarsal bersendi dengan bagian proximal dari metatarsal atau disebut basis metatarsal.
e)    Metatarsal/Tulang telapak kaki.
Tersusun atas 5 buah tulang pipa yang tersusun mendatar. Bagian ujung distal dari metatarsal bersendi dengan tulang-tulang jari dengan nama sendinya articulation metatarso-phalanges.
f)     Palanges/tulang jari-jari tangan.
Terdiri dari tulang-tulang pipa. Setiap jari tersusun atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 2 tulang, jadi semuanya berjumlah 14 ruas.
c.    Gelang bahu
Tulang gelang bahu (klavikula dan scapula / belikat dan selangka). Tulang selangka berbentuk seperti huruf “S”, berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat. Tulang belikat (skapula) berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk. Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi.
d.    Gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas dua buah tulang pinggul. Pada anak anak tulang pinggul ini terpisah terdiri atas tiga buah tulang yaitu illium (bagian atas), tulang ischiun (bagian bawah) dan tulang pubis (bagian tengah). Dibagian belakang dari gelang panggul terdapat tulang sakrum yang merupakan bagian dari ruas-ruas tulang belakang. Pada bagian depan terdapat simfisis pubis merupakan jaringan ikat yang menghubungkan kedua tulang pubis. Fungsi gelang panggung terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang. melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin.
e.    Bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan tulang coccyx.

Secara umum fungsi sistem rangka adalah membentuk kerangka yang kaku dengan jaringan-jaringan dan organ-organ yang melekat padanya. Sistem rangka melindungi organ-organ vital seperti otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak, paru-paru dan jantung dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. Gerakan tubuh terbentuk dari kerjasama antara sistem rangka dengan otot, oleh sebab itu keduanya sering dikelompokkan menjadi satu nama yaitu sistem musculo-skeletal. rangka merupakan tempat melekatnya otot melalui perantaraan tendon. Antara tulang yang satu dengan tulang yang lain dikaitkan dengan perantaraan ligamen Sistem gerak pada manusia dan hewan terdiri atas rangka (tulang) dan otot. Otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang. Oleh karena itu, otot disebut sebagai alat gerak aktif, sedangkan tulang disebut sebagai alat gerak pasif.
Tulang manusia terdiri dari tulang pipih, tulang pipa, dan tulang tak beraturan. Tulang pipih dan tulang tak beraturan di bagian dalamnya diisi dengan sumsum tulang merah yang turut berfungsi dalarn pembentukan darah merah; tulang pipa di lubang pipanya terisi sumsum tulang kuning yang mengandung banyak lemak. Karena fungsinya membentuk sel darah, pengambilan sumsum tulang untuk diagnosis penyakit darah sering dilakukan pada tulang panggul (crista iliaca); dan pemeriksaan sumsum tulang untuk men diagnosis kemungkinan penyakit malaria pada orang dewasadapat menggunakansumsumdari tulangdada (ossternum). Pada saat bayi masih di dalarn kandungan, salah satu tulang yang paling eepat tumbuh adalah tulang tengkorak yang membungkus otak (neuro-craniumT).ulangtungkai mulai tumbuh eepat setelah lahir. Tulang tengkorak yang membentuk wajah tumbuh relatif larnbat dibandingkan neuro-cranium. Pada saat lahir semua bayi mempunyai variasi ukuran dan bentuk tulang wajah ( splanchno-cranium) yang minimal sehingga jika diperhatikan semua bayi normal mempunyai bentuk kepala atau wajah yang kira-kira sarna. Semua bayi mempunyai pipi montok dan wajah yang bundar, tennasuk yang berkulit putih, kuning, atau hitam. Setelah lahir, di tulang rahang atas mulai teIjadi pertumbuhan gigi yang biasanya mulai muncul atau mengalami erupsipada usia sekitar 6 bulan. Sejalan dengan pertumbuhan bayi, wajah bayi akan mulai memanjang karena gigi yang tumbuh akan memaksa tulang rahang atas dan tulang rahang bawah memanjang juga. Setelah gigi susu tumbuh dan keluar dari gusi, di dalam tulang tetap berlangsung pertumbuhan gigi tetap. Melalui proses seperti ini, wajah bayi secara perlahan akan mengalami perubahan. Menurut data statistik pada umumnya wajah bayi barn akan menunjukkan kesamaan dengan ibu atau bapaknya setelah usia 18 sampai 24 bulan. Di tulang pembungkus otak (neuro-cranium) juga terjadi pertumbuhan. Pada saat lahir tulang dahi beIjumlah 2 buah kiri kanan sehingga di puncak kepala bagian depan dapat teraba celah lunak berbentuk segi empat yang dinamakan ubun-ubun besar (greaterfontane~ dan di kepala bagian belakang celah berbentuk segitiga yang dinamakan ubun-ubun kedl (lesserfontane~. Ubun-ubun kedl penting digunakan oleh dokter dalam membantu persalinan; sedangkan ubun-ubun besar berguna untuk mendiagnosis apakah seorang bayi kekurangan cairan. Bayi yang sering mencret sehingga kekurangan cairan akan menunjukkan ubun-ubun besar yang melekuk ke dalam. Ubun-ubun besar dan kedl biasanya menutup pada usia sekitar 18 bulan. Setelah usia 6-7 tahun, gigi tetap biasanya mulai menggantikan gigi susu. Jika hal ini teIjadi maka di tulang rahang atas akan terbentuk rongga yang dinamakan sinus maxillaris atau sinus saja. Ini adalah sinus yang dapat mengalami infeksi bila seseorang menderita pilek dalam waktu lama. Karena sinusitu terbentuk setelah gigitetap mengalami erupsi, anak kecil di bawah usia 6 tahun tidak akan mengalami sinusitis.
B.   Fungsi Rangka Tubuh Manusia
Kerangka manusia tersusun dari tulang-tulang, baik tulang yang panjang maupun tulang pendek. Fungsi kerangka bagi manusia diantaranya adalah :
1.    Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh
2.    Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya
3.    Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru
4.    Untuk bergerak ketika dikehendaki otot
5.       Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.

Cara kerja:
1.    Lengkapi jumlah tulang berikut ini:
A.    29 buah tulang tengkorak, terdiri dari:
1)    8 buah tulang cranium
a.    1 buah tulang oksipital
b.    2 buah tulang pariental
c.    1 buah tulang frontal
d.    2 buah tulang temporal
e.    1 buah tulang etmoid
f.     1 buah tulang sphenoid
2)    14 buah tulang wajah
A.    2 buah tulang hidung
B.    2 buah tulang palatum
C.   2 buah tulang lakrimalis
D.   2 buah tulang zigomatikus
E.    1 buah tulang vormer
F.    2 buah tulang turbinatum
G.   2 buah tulang maxilla
H.   1 buah tulang mandibula
3)    1 buah tulang hioid
4)    6 buah tulang oksikula
a.    2 buah tulang stapes
b.    2 buah tulang maleus
c.    2 buah tulang inkus
B.    33 buah tulang belakang
a.    7 buah tulang vertebra servikal
b.    12 buah tulang vertebra torakalis
c.    5 buah tulang vertebra lumbalis
d.    5 buah tulang vertebra saklaus
e.    4 buah tulang vertebra koksigeus
C.   25 buah tulang dada
1)    1 buah tulang sternum
2)    24 buah tulang iga
a.    14 buah tulang iga sejati
b.    6 buah tulang iga tak sejati
c.    4 buah tulang iga melayang
D.   4 buah tulang gelang bahu
a.    2 buah tulang klapikula
b.    2 buah tulang spacula
E.    60 buah tulang lengan
1.    2 buah tulang humerus
2.    4 buah tgulang lengan bawah:
a.    2 buah tulang ulna
b.    2 buah tulang radius
3.    16 buah tulang karpus
a.    2 buah tulang navikular
b.    2 buah tulang lunatum
c.    2 buah tulang trikuetrum
d.    2 buah tulang pisiformis
e.    ]2 buah tulang trapezium
f.     2 buah tulang tiapezoid
g.    2 buah tulang kapitalum
h.    2 buah tulang hamatum
4.    38 buah tulang tangan
a.    10 buah tulang metacarpal
b.    28 buah tulang falang
F.    2 buah tulang gelang panggul
G.   60 buah tulang tungkai
1.    2 buah tulang femur
2.    4 buah tulang tungkai bawah:
a.    2 buah tulang tibia
b.    2 buah tulang fibia
3.    1 buah tulang patella
4.    14 buah tulang tarsus
a.    2 buah tulang kalkaneus
b.    2 buah tulang talus
c.    2 buah tulang navikular
d.    2 buah tulang kuneiformis intermedialis
e.    2 buah tulang kuboid
f.     2 buah tulang kuneiformis lateralis
g.    2 buah tulang kuneiformis medialis
5.    38 buah tulang kaki
a.    28 buah tulang falang
b.    10 buah tulang metatarsus




Kesimpulan
Sistem rangka atau sistem skelet yaitu merupakan susunan tulang pembentuk tubuh manusia,penggerak badan,merupakan alat gerak pasif karena tulang juga akan ikut bergerak, jika alat gerak aktif (otot) yang melekat pada tulang tersebut mengadakan gerakan, jadi tulang berguna untuk pelekatan otot tubuh.
Fungsi kerangka: menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh, melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru, tempat melekatnya otot-otot, untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot, tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah, dan memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah.
Berdasarkan bentuknya tulang dibagi menjadi: Tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulang pneumatika, tulang sesamoid.
Proses pembentukan tulang:
a.    Jaringan embrional (mesenkim) membentuk tulang rawan sebagai rangka awal. Tulang rawan tersebut berongga dan menghasilkan sel induk tulang (osteoblast).
b. Osteoblast kemudian membentuk sel-sel tulang. Masing-masing tulang menghasilkan matriks tulang yang di dalamnya diendapkan garam-garam kalsium (Ca) dan phospor (P) sehinggan tulang menjadi keras.
Macam-macam sendi: Sendi continue (synarthrosis), Sendi discontinue (diarthrosis), dan Amfiarthrosis
System rangka tubuh manusia terdiri dari
a.    Skeleton aksial
Macam-macam skeleton aksial: Tulang dada, tulang tengkorak bagian kepala dan wajah, tulang rusuk, dan ruas-ruas tulang belakang
b.    Skeleton apendikular
Terdiri dari: Anggota gerak atas (extremitas superior), anggota gerak bawah (extremitas inferior), gelang bahu, gelang panggul, dan bagian akhir dari ruas-ruas tulang belakang seperti sakrum dan tulang coccyx.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar